Kampung Mulyasari merupakan sebuah desa yang terletak di atas perbukitan Gunung Pancaniti, tepatnya berada di Desa Sukamulya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di kampung inilah, relawan Beraksi mengabdi selama tujuh hari. Beraksi merupakan Program Kerja dari UKM Anjangsana Sosial PNJ yaitu pengabdian kepada masyarakat. Beraksi mempunyai banyak kegiatan selama seminggunya. Mulai dari kegiatan pengajaran, ekstrakurikuler silat dan juga keputrian, penyuluhan budidaya ikan lele, perlombaan, serta pentas seni. Pengabdian bersama Beraksi ini diadakan selama tujuh hari, yaitu pada tanggal 24-30 Agustus 2019.

Perjalanan relawan Beraksi menuju Kampung Mulyasari di mulai  pada hari Sabtu, 24 Agustus 2019, pukul 08.30 WIB. Tepatnya kami berkumpul di stasiun Depok Baru, dan akan menuju ke stasiun Nambo. Lalu, sampai di stasiun akhir Nambo pada pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkot, kurang lebih menempuh waktu dua jam untuk sampai di warung bawah dekat Kampung Mulyasari.

Setelah itu, kami berjalan kaki menuju kampung Mulyasari, kira-kira butuh waktu dua jam untuk sampai di sana. Awalnya, kami melalui jalanan beraspal. Tapi, hanya sebentar. Lalu, tergantikan oleh jalanan tanah yang berbatu. Selama dua jam perjalanan, kami merasa amat sangat lelah, ditambah dengan menahan beban berat yang cukup menguras tenaga kami. Sesampainya di sana, kami tidak langsung melakukan aktivitas. Kami hanya mengadakan rapat pleno pada malam hari, untuk membahas kegiatan pada esok harinya.

Pagi itu, pada hari Minggu, 25 Agustus 2019, kegiatan Beraksi akan dilaksanakan. Kami memulainya dengan mendatangi rumah warga, lalu mensosialisasikan kegiatan kami. Selain itu, hari itu juga ada kegiatan pengajaran kepada anak-anak di Kampung Mulyasari. Kegiatan pengajaran dilakukan di madrasah dan juga majelis, sebab di kampung itu tidak ada sekolah umum. Anak-anak di Kampung Mulyasari hanya mendapatkan pendidikan tentang agama, tanpa diimbangi dengan pendidikan formal. Miris bukan mendengarnya? Ketika sekolah di daerah Jakarta beramai-ramai untuk perbaikan, sedangkan di Kampung Mulyasari gedung sekolah saja tidak ada. 

Selain pengajaran, Beraksi punya kegiatan rutin setiap harinya, dan sangat bermanfaat untuk warga Kampung Mulyasari. Yaitu ada penyuluhan budidaya ikan lele yang dipaparkan langsung oleh ahlinya, para warga pun sangat antusias dalam penyuluhan ini. Bukan hanya penyuluhan saja loh, Beraksi juga mengadakan kegiatan hiburan yaitu ada menonton bersama warga, lomba agama untuk anak-anak, dan lomba memperingati kemerdekaan Indonesia.



Pada hari terakhir kami di sana, Beraksi mengadakan pentas seni untuk penutupan acara kami. Pentas seni berjalan dengan lancar, sampai tangisan kami (para relawan wanita) jatuh pada penghujung acara, tepatnya saat berpamitan pada warga Kampung Mulyasari. Kami terharu, sebab dapat diterima baik oleh warga Kampung Mulyasari. Haru bercampur senang, karena kami dapat menyelesaikan pengabdian ini dengan sukses, walaupun masih banyak kurangnnya.